UUM 1Lagi, Empat Mahasiswa Jurusan Matematika Ikuti Student Exchange Program di UUM
21st February 2019

Program pertukaran pelajar antara Jurusan Matematika FMIPA Unsyiah dan SQS-UUM dan telah dilaksanakan setiap tahunnya sejak tahun 2015 yang melibatkan dua Program Studi di Jurusan Matematika dan Jurusan Statistika. Pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 Pitria Sari, Tri Nanda Shabrina, Sesda Alindo, dan Dea Alifionika mengikuti program tersebut. Berikut catatan perjalanan mereka:

“Universiti Utara Malaysia (UUM) adalah universitas negeri yang didirikan pada tahun 1984. UUM menduduki peringkat 7 di Malaysia dan di peringkat 128 di Asia. Sejak 2007, Unsyiah bekerja sama dengan UUM dalam program Student Mobility. Alhamdulillah kami berkesempatan untuk merasakan berkuliah di kampus yang dikenal dengan Universiti Rimba Hijau. Mulai Januari 2008, UUM membuat perubahan besar-besaran dari segi penstrukturan. Ada sebanyak 13 Fakultas yang tergabung dalam 3 Kolej Akademik (semacam fakultas), yaitu: Kolej Perniagaan (College of Business- COB), Kolej Sastera dan Sains (College of Arts and Sciences- CAS) dan Kolej UndangUndang, Kerajaan dan Pengajian Antar bangsa (College of Law, Government and International Studies- COLGIS). Dari ketiga kolej tersebut, jurusan Matematika tergabung ke dalam Kolej Sastra dan Sains. Kampus utamanya adalah Kampus Sintok. Kampus ini terletak di kota kecil Sintok, di Distrik Kubang Pasu, Kedah, Malaysia. Di kampus ini juga kita dapat merasakan suasana seperti ruang hijau karena disekeliling kampus dipenuhi pepohonan. Tak salah jika banyak orang menyebut UUM dengan sebutan Universiti Rimba Hijau karena letak kampus yang berada ditengah-tengah hutan. Permukaannya yang luas mencakup beberapa fasilitas seperti area piknik, lapangan golf, sirkuit go-kart, lapangan tembak dan memanah, arena berkuda, kolam renang, tempat olahraga dan taman penangkaran rusa.

Bercerita tentang asrama, UUM menyediakan banyak inasis (inapan siswa). Seluruh mahasiswa wajib untuk tinggal di inasis. Ada sekitar belasan inasis yang ditempati oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Salah satunya kami yang berasal dari Indonesia yang berstatus student mobility ditempatkan di inasis yang bernama tradewinds. Selain kami, di inasis tersebut ditempati oleh mahasiswa yang berasal China, India dan tentunya tuan rumahnya sendiri. Kebanyakan di inasis tersebut ditempati oleh mahasiswa Post Graduate. Oya, di setiap inasis difasilitasi sebuah café. Café disini bukan berarti seperti restoran atau café-café yang ada di Aceh. Café disini seperti kantin yang menyediakan makan pagi hingga malam untuk seluruh penghuni UUM. Café di inasis kami bernama Café Subaidah yang menjual makanan khas India. Dikarenakan lidah kami kurang cocok dengan makanan india, untuk makan kami harus selalu mengungsi ke café inasis tetangga kecuali ketika ingin menyicip Canai Kari yang lezat sekali. Sebenarnya kalau disinggung soal makanan, tidak jauh berbeda rasanya dengan makanan di Aceh. Tapi kebanyakan makanan disana level pedasnya masih dibawah orang Aceh hehe. Mungkin karena penduduk Malaysia terdiri dari berbagai suku bangsa yang besar seperti China, India, dan Indonesia (khususnya jawa) maka tidak jarang di UUM kita temui Cafe yang menyediakan makanan khas dari negera Anak Benua maupun dari negara Tirai Bambu.

UUM 3

Mendengar kata India dan China, Eittssss…jangan takut yaa, Insya Allah makannya dijamin halal untuk yang di dalam UUM sendiri. Karena penjualnya berasal dari suku India dan China yang bergama Islam. India Muslim disini disebut dengan istilah “Mamak”. Tidak hanya itu saja, karena secara Geografis UUM berada di Malaysia bagian Utara yang berbatasan langsung dengan Thailand, membuat kita sangat mudah menjumpai makanan khas Thailand. Contohnya yang paling famous seperti Tomyam dan Mango rice yang rasanya tidak kalah menantang.

Ketika berada di UUM, kami juga berteman dengan pelajar dati berbagai Negara. Walaupun kebanyakan dari Malaysia (Melayu, China-Melayu dan India Melayu), tetapi kami juga mendapatkan teman dari Negara China, Yaman, Jerman, bahkan ramai juga teman yang berasal dari Negara Indonesia. Karena bertemu teman-teman dari Negara yang berbeda, kami mendapatkan banyak hal baru. Contohnya, bagaimana cara mereka bersosialisasi, bagaimana kebersihan mereka, bagaimana pola belajar mereka, serta mengetahui adat dan budaya dari masing-masing negara asal mereka. Semoga pengalaman dan ilmu yang kami peroleh dapat bermanfaat bagi kami pribadi dan orang lain.

Semoga juga kedepannya, tetap ada mahasiswa dari jurusan Matematika yang berkesempatan merasakan kuliah di UUM. “Enjoy the little things in life for one day you may look back and realize they were the big things”, itulah quote yang disampaikan oleh Dekan di UUM kepada seluruh pelajar mobility. Semoga bermanfaat”.

UUM 2