Laporan Devi Firmansyah dari Thung Song Laksa Festival 2017 di Thailand
12th April 2017

3rd Thung Song Laksa Seminar and Festival dengan tema “Cultural Connectivity towards Sub- Regional ASEAN Partnership” dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2017 di Kota Thung Song Provinsi Nakhon Sri Thammarat, Thailand. Seperti pada gelaran sebelumnya, acara tahunan ini diikuti oleh delegasi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Program Studi Statistika. Untuk tahun 2017 ini juga ikut serta Laboran Matematika, Devi Firmansyah. Bergabungnya Unsyiah pada acara tersebut atas undangan Institut Darul Ridzuan (IDR) Perak, Malaysia. Bagaimana kesan Devi terhadap pengalaman pertamanya ke Thailand, berikut laporannya..

Thung Song adalah sebuah kota kecil di Thailand yang merupakann kota tanpa sampah dan tong sampah. Secara geografis, kota ini yang terletak di bagian selatan Thailand. Wilayah selatan Thailand sering terdengar tentang gejolaknya karena konflik. Walikota Thung Song kerap mempromosikan kotanya agar lebih dikenal dari sisi positifnya. Salah satunya adalah dengan cara mengembangkan acara Seminar dan Festival Laksa. Acara ini telah menjadi wahana membangun kebersamaan antarbangsa sekawasan melalui laksa (kuliner) dan budaya.
Acara diawali dengan seminar dengan menghadirkan Walikota Thung Song, Mr. Songchai Wongwatcharadamong sebagai pembicara kunci. Mr. Songchai menyampaikan tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik. “Jika dapat dikelola dengan baik maka sampah akan menghasilkan suatu nilai jual. Sampah juga dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti batu bara,” papar Walikota yang mempunyai motto ‘start changes, especially the most difficult ones from the top, from the leaders, from the palace’ ini. Acara seminar ini juga dirangkai dengan diskusi dan diakhiri dengan pemberian cendera mata berupa gelang dari delegasi Unsyiah kepada peserta seminar. Cendera mata ini sebagai bentuk tanda persaudaraan.festival-laksa-2017-2
Kegiatan berikutnya, delegasi Unsyiah diajak untuk melihat dan belajar proses pengolahan sampah yang merupakan program unggulan pemerintah setempat. Selanjutnya, rombongan melakukan penanaman pohon yang didampingi oleh panitia acara.
Puncak acara yaitu Festival Laksa dilaksanakan menjelang sore hari. Perwakilan dari Aceh ini mempersembahkan masakan khasnya berupa Mie Aceh. Mie Aceh dimasak dalam jumlah yang besar yaitu sebanyak lima kuali. Antrian panjang dari pengunjung tampak sangat tertib menunggu giliran untuk dapat mencicipi Mie Aceh. Kegiatan yang juga diliput media nasional Thailand ini terasa sangat meriah. Mie Aceh disukai kalangan muda hingga tua. Videonya dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=YSt3-HRnHPc.