Tim Seulawah Jurusan Matematika Presentasikan Penelitian di Kendari
11th February 2016

Prestasi mahasiswa Matematika Universitas Syiah Kuala tingkat nasional terus saja tertorehkan. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) adalah salah satu ajang yang dilirik oleh mereka untuk menoreh sejarah. Pimnas 2015 mengantarkan 5 mahasiswa dari prodi yang sudah 2 kali terkareditasi A ini untuk tarung kemampuan ilmiah mereka di level nasional. Bagaimana cerita mereka di Pimnas itu, Muhammad Ikhwan, salah satu di antara mereka, menuliskan kisahnya seperti berikut ini..

Tim Seulawah Jurusan Matematika Presentasikan Penelitian di Kendari

Kendari, 5-9 Oktober 2015

pimnas_kendariMenempuh seharian perjalanan udara dari Banda Aceh menuju Kendari ibukota Sulawesi Tenggara, tidak menjadi kendala yang berarti untuk Tim Seulawah mempersiapkan diri mempresentasikan penelitian kami di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 28. Penelitian dengan judul “Prediksi Aktitivitas Gunung Api Aktif menggunakan Metode Numerik Ekstrapolasi, Studi Kasus Gunung Seulawah Agam” berhasil menempatkan diri sebagai salah satu finalis Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian. Penelitian ini menunjukkan aktivitas Gunung Seulawah Agam dalam beberapa tahun sebelumnya dan mencoba memprediksi aktivitasnya untuk beberapa tahun ke depan.

Tim Seulawah diketuai oleh Khalid M (Math ’13), beranggotakan Erwanda (Math ’12), Haves Qausar (Math ’12), Muhammad Ikhwan (Math ’10) dan Adri Syakir (Math ’11). Tim yang dibimbing oleh Dr Salmawaty MSc ini mampu meyakinkan Pemonev pada monitoring dan evaluasi pada pertengahan Juni lalu. Dari monitoring dan evaluasi tersebut, terpilih 440 kelompok finalis yang berhak mempresentasikan karyanya di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari pada tanggal 5 – 9 Oktober 2015. Universitas Syiah Kuala meloloskan 10 tim, dua di antaranya adalah kelompok mahasiswa yang berasal dari FMIPA.

Kegiatan awal di Pimnas adalah mengikuti serangkaian persiapan presentasi dimulai dengan registrasi ulang, pemasangan poster, pemindahan data presentasi, technical meeting, dan welcome dinner yang disambut hangat oleh Rektor UHO. Di sini kami bertemu dengan ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia yang membawa karya terbaik mereka. Pembukaan Pimnas di hari berikutnya berlangsung sangat meriah dengan penampilan mahasiswa UHO dalam tari kolosal yang berjudul Halu Oleo (delapan penjuru mata angin).

Waktu yang menegangkan akhirnya tiba, 440 kelompok finalis dibagi dalam kelas masing-masing. Penelitian yang dipresentasikan sangat aplikatif, menarik, dan membuka wawasan. Suasana kelas tidak terlihat seperti kompetisi, melainkan sarana berbagi ilmu. Baik juri maupun mahasiswa terlihat antusias dalam presentasi ini, namun sayangnya mahasiswa hanya boleh bertanya jika diberi kesempatan oleh juri. Juri dengan sangat tenang menyampaikan bahwa 20 tim di kelas ini merupakan tim yang terbaik, namun harus dipilih tiga yang mendapat medali.

Setelah hari kedua dan ketiga untuk presentasi, agenda terakhir di Pimnas adalah pengumuman pemenang Pimnas. Rangkaian acara penutupan berupa hiburan musik, tarian, dan penilaian pelaksanaan Pimnas. Meskipun Tim Seulawah tidak membawa pulang medali, kami sangat senang dengan atmosfer keilmiahan yang luar biasa.

Waktu yang ditunggu-tunggu adalah jalan-jalan. Kendari menawarkan wisata yang sangat berkesan. Di dalam kota, kita dapat mengunjungi museum, tugu kota Kendari, Dewan Kerajinan Nasional, dan pantai yang santai. Agak jauh keluar kota, kita dapat mengunjungi perkampungan laut Suku Bajo dan menikmati sejuknya air terjun Moramo. Seminggu di Kendari akan teringat selalu, teringat kompetisi ilmiah, makanan khas, tempat pariwisata, dan teman-teman UHO (khusunya teman-teman LO dan Himatika UHO). Terimong geunaseh Pimnas 28.

Muhammad Ikhwan

Alumni Pimnas 25 Yogyakarta dan Pimnas 28 Kendari

Video keseruan tim Unsyiah di Pimnas 28 : https://www.youtube.com/watch?v=rwfNJo6ON7s